Jangan Berlebihan Makan: Nasehat Nabi ﷺ untuk Kesehatan Pencernaan

 Nasihat Nabi Untuk Kesehatan Pencernaan

Pendahuluan: Kesehatan Dimulai dari Perut

SHI - Dalam ajaran Islam, menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah. Salah satu aspek penting yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ adalah menghindari makan berlebihan. Ternyata, banyak penyakit bermula dari pola makan yang tidak sehat.

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Thibbun Nabawi menjelaskan bahwa perut adalah sumber utama masuknya penyakit, dan karenanya, pengendalian nafsu makan merupakan bagian penting dari pengobatan islami.

Sepertiga-sepertiga adalah Kunci

Dalam Musnad Ahmad dan kitab lainnya, diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

“Tidak ada bejana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia selain perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan punggungnya. Jika ia harus makan lebih, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafas.” 

(HR. Ahmad no. 1676, Tirmidzi no. 2380. Dinilai hasan oleh al-Albani dan lainnya)

Baca Juga Pola Makan Sehat dalam Islam: Meneladani Nabi ﷺ

Analisis Ibnul Qayyim dalam Thibbun Nabawi

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa:

  • Perut yang penuh dengan makanan membuat tubuh lelah, otak lamban, dan hati tertutup.
  • Kebiasaan makan berlebihan adalah akar berbagai penyakit.
  • Makan secukupnya membantu keseimbangan tubuh dan ruh, serta menjaga stamina.

Bahkan beliau menyebutkan bahwa formula sepertiga ini adalah kaidah emas dalam pola makan Islami dan sangat cocok dengan prinsip kesehatan modern.

Manfaat Menahan Nafsu Makan

✅ Menjaga sistem pencernaan tetap optimal.
✅ Mencegah obesitas dan penyakit metabolik.
✅ Meningkatkan konsentrasi dan produktivitas.
✅ Menjaga kebersihan hati dari dominasi syahwat.
✅ Mendekatkan diri kepada Allah dengan mujahadah (melawan hawa nafsu).

Penutup: Sunnah yang Relevan Sepanjang Zaman

Pedoman Nabi ﷺ ini bukan sekadar ajaran spiritual, tetapi juga bukti ilmiah yang kini diakui oleh dunia medis. Konsep “makan secukupnya” kini menjadi prinsip dasar dalam gaya hidup sehat modern: mindful eating, calorie control, dan intermittent fasting.

Dengan mengikuti sunnah ini, kita tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga membersihkan hati dan menguatkan ruhani.

Mari jadikan makan sebagai ibadah, bukan pelampiasan hawa nafsu.

Sehat Holistik Islami

"Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila ia baik maka akan baik pula seluruh tubuhnya. Dan apabila ia buruk maka buruk pula seluruh tubuh. Ketahuilah dia itu adalah hati" (Muttafaqun 'Alaih)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال