Dalam ajaran Islam, kesehatan tidak hanya diurus dengan pengobatan medis, tetapi juga melalui bimbingan wahyu. Rasulullah ﷺ memberikan teladan dalam mengobati diri sendiri dan menganjurkan para sahabat serta keluarganya untuk berobat mandiri, mengandalkan metode alami dan non-kimiawi. Berikut pembahasannya diambil dari kitab Ath-Thibb An- Nabawi karya Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah
Mengutamakan Makanan Sehat daripada Obat Kimia
Metode ini umum digunakan oleh berbagai bangsa seperti Arab, Turki, dan kaum badui. Hanya bangsa Romawi dan Yunani yang cenderung mengandalkan obat-obatan kimia.
Kaum medis pun sepakat:
"Selama makanan sehat bisa menjadi solusi, tidak perlu menggunakan obat-obatan."
Mereka menegaskan pentingnya menghindari ketergantungan pada obat-obatan karena bisa berdampak negatif bila tidak tepat sasaran.
Makanan Sehat sebagai Obat Utama
Di masa Nabi ﷺ, penyakit yang umum diderita bersifat sederhana. Pengobatan cukup menggunakan makanan sehat tanpa perlu obat kimia kompleks, berbeda dengan masyarakat perkotaan modern yang lebih banyak terkena penyakit komplikatif.
Kesehatan yang kuat dimulai dari asupan makanan yang sehat.
Wahyu vs Eksperimen Medis
- Kucing hutan yang menjilati minyak untuk menetralkan racun.
- Ular yang mengobati matanya dengan menggesek ke daun tertentu.
- Burung yang merendam tubuhnya ke laut saat suhu tubuhnya terlalu panas.
Semua ini tidak sebanding dengan wahyu Allah ﷻ, yang langsung menunjukkan apa yang bermanfaat dan apa yang membahayakan.
Kekuatan Hati dan Penyembuhan Hakiki
- Tawakal kepada Allah
- Doa, istighfar, dan sedekah
- Rasa senang berdzikir
- Kekuatan hati dan jiwa yang bergantung penuh kepada Allah
Pengalaman membuktikan, orang yang dekat dengan Allah memiliki kekuatan untuk mengatasi penyakit lebih baik daripada orang yang jauh dari-Nya.
Penutup
Pengobatan ala Nabi ﷺ mencakup dua pendekatan:
- Pengobatan jasmani melalui makanan sehat.
- Pengobatan ruhani dengan memperkuat hati dan bergantung penuh kepada Allah ﷻ.
