1. Penyesuaian Ibadah untuk yang Uzur
Islam adalah agama rahmat. Bagi jamaah uzur atau sakit, ada kemudahan dalam pelaksanaan ibadah.
Contoh penyesuaian:
- Shalat bisa sambil duduk atau berbaring jika tidak mampu berdiri.
- Thawaf dengan kursi roda diperbolehkan.
- Lempar jumrah bisa diwakilkan, jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
Allah berfirman:“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
2. Tips Berjalan Aman di Tengah Keramaian
Kerumunan besar menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah lansia. Risiko terjatuh atau tersesat cukup tinggi.
Tips aman:
- Gunakan tongkat bantu jalan jika diperlukan.
- Berjalan di pinggir jalur, hindari arus utama yang padat.
- Selalu berkelompok, jangan sendirian.
- Pakai kalung identitas lengkap (nama, nomor paspor, nomor kloter, riwayat penyakit).
- Gunakan sepatu antiselip dan nyaman.
Tips tambahan: Bawa semprotan air kecil untuk menyegarkan wajah dan mencegah dehidrasi di tengah padatnya suasana.
3. Pendampingan dan Pemantauan Kesehatan Harian
Jamaah lansia sebaiknya tidak melakukan aktivitas ibadah berat tanpa pemantauan.
Langkah yang direkomendasikan:
- Catat tekanan darah dan kadar gula secara berkala.
- Bawa obat rutin dan daftar penggunaannya, serta sediakan cadangan.
- Minum air cukup dan istirahat cukup setelah setiap ibadah.
- Pendamping/keluarga atau petugas medis harus memeriksa kondisi fisik harian (seperti kelelahan, sesak napas, pusing).
Siapkan pouch khusus berisi: obat, tisu basah, botol minum, kurma, dan madu sachet untuk energi darurat.
Kesimpulan
Ibadah haji bagi lansia bukan hal yang mustahil. Dengan penyesuaian syar’i, sikap waspada di keramaian, dan pemantauan kesehatan harian, para jamaah lanjut usia tetap bisa beribadah dengan aman dan tenang. Ingatlah bahwa Allah memberi keringanan bagi hamba-Nya yang memiliki uzur.
